Kamis, 22 Desember 2011

Resensi Novel Dewasa


Suami Pilihan Suamiku
Pengarang : Mira W
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : I / 2009
Tebal buku : 264 hal
Genre : Novel Dewasa


Sinopsis Cerita :
Kezia itu selain gemuk juga cupu. Ibunya sukses telah membentuk Kezia lugu dan tertutup. Mulai dari makan, pakaian dan pergaulan harus sesuai dengan aturan ibunya. Kezia layaknya Rapunzel dalam dongeng yang dikurung dalam menara tak boleh tahu dunia luar.


Bukan hanya Kezia yang diperlakukan seperti dalam penjara. Ayah Kezia pun mengalami hal yang sama. Tak heran jika pada akhirnya Ayah Kezia memilih keluar dari rumah. 


Perceraian ayah-ibu Kezia menjadi bara dendam bagi Kezia yang menyalahkan ibunya sebagai penyebab kepergian ayahnya. Begitu bencinya Kezia pada Sang Mama sampai dia menuliskan sesuatu yang mengerikan pada buku hariannya ‘Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu. Hari Mama ditransfer ke akhirat.’


Kezia memilih kuliah di Swiss karena mendapat beasiswa untuk belajar pada Akademi Perhotelan di sana. Lima tahun kemudian Kezia kembali melanjutkan Postgraduate Diploma selama 1 tahun di Perancis dengan biaya sendiri. 


Selama 6 tahun Kezia benar-benar menikmati masa kebebasan. Tidak ada yang mengatur segala urusan pribadinya. Karena begitu menikmati kebebasan itu, Kezia jadi enggan untuk menikah. Dia takut pernikahan akan mengekangnya kembali.


Sampai akhirnya Kezia bertemu dengan Darius Haryopamungkas pemilik hotel tempat dia bekerja. Seorang pria sederhana, seorang pria berpenyakit jantung bawaan, seorang pria yang mengajari Kezia cara mencinta.


Persamaan masa lalu yang pernah terpenjara oleh cinta orang tua menyatukan mereka dalam tali pernikahan walau hanya seumur jagung. Darius yang diperkirakan dokter tidak berumur panjang meninggal dalam pelukan Kezia.


“Aku akan mengirimkan seorang laki-laki yang tampan, gagah, sehat dan sempurna untuk mendampingimu. Begitu melihatnya kamu akan tahu aku yang mengirimnya.”


Wasiat dari mendiang suaminya itu membuat Kezia bimbang. Siapa gerangan pria yang akan Darius kirim untuknya.


Erik, sahabat dekat Darius yang sedang mengalami masa kritis dengan pernikahannya. Kepedulian Erik kadang melebihi perhatian Darius.
Indra, aktor tampan teman SMA Kezia. Cinta Kezia waktu itu bertepuk sebelah tangan, tak pernah sedikitpun Indra meliriknya. Meski pada akhirnya Indra mengejar Kezia pasca reuni SMA.
Ataukah Rava, saudara tiri yang urakan dan semasa kecil selalu memanggilnya gendut. Namun bertransformasi menjadi lelaki gagah yang memikat? 


Kelebihan :
-Mengandung pesan yang tersirat jika membaca secara keseluruhan. Bahwa, kebencian hanya membawa kesengsaraan. Dendam hanya membuat hidup tidak tentram. Dan pengekangan atas nama cinta hanya akan membuat kita kehilangan.
-Sedikit memberi wawasan bagi pembaca tentang penyakit jantung. 
-Pilihan kata-kata yang bagus dan tidak pasaran.


Kelemahan :
-Alur maju mundur kurang enak dimengerti. Ada pembahasan kilasan mundur yang bertele-tele sehingga terkesan meloncat-loncat tidak beraturan.
-Dialog antar tokoh terlalu datar kurang menunjukkan karakter dari masing-masing tokoh. Sehingga kadang sulit membedakan yang sedang bicara itu siapa, meski diakhir kata ada keterangan siapa yang bicara. 
-Jalan cerita dari awal mudah ditebak mau dibawa kemana ending-nya. Jadi kurang greget waktu membacanya.


Kesimpulan :
Secara keseluruhan cukup bagus ada pesan dan kesan yang tersirat meski perjalanan cerita mirip sinetron TV.


Saran :
-Dialog antar tokoh dibuat lebih menunjukkan karakter para tokoh
-Alur maju-mundur ditata lagi biar tidak membingungkan
-Informasi tentang penyakit (sebagaimana ciri khas novel Mira W) agak mendetail lagi, karena bisa memberi poin plus bukan sekedar novel dewasa yang mengumbar sensualitas.

1 komentar: