Senin, 28 November 2011

Resensi Buku SABANA

Judul buku : Heldy Cinta Terakhir Bung Karno
Pengarang : Ully Hermono dan Peter Kasenda
Penerbit : Kompas Gramedia
Tahun Terbit : Juni 2011
Tebal buku : 254 hal
Genre : Nonfiksi Biografi


Sinopsis Cerita


Gadis kecil itu tidak menyangka rasa kagumnya pada Sang Presiden telah membawanya menapaki kehidupan pribadi orang nomor satu di Indonesia kala itu. Dialah Heldy Djafar.


Kecantikan gadis asal Tenggarong, Kutai Kertanegara Kalimantan Timur telah berhasil memikat hati Bung Karno. Tapi bagi si gadis yang saat itu masih bersekolah pertemuan dengan Bung Karno adalah hal yang paling mendebarkan, ada rasa malu, rasa takut dan rendah diri. Apalagi Heldy langsung mendapat teguran dari Bung Karno soal penataan sanggul, penggunaan kebaya dan kain.


Perbedaan umur yang terpaut hingga 47 tahun ternyata tidak menyurutkan hati Heldy untuk menerima cinta Bung Karno yang lebih tepat menjadi ayahnya. Heldy sadar tidak mudah menjadi istri seorang presiden yang notabene mempunyai banyak istri. Heldy harus pandai menyimpan rasa cemburu, rindu manakala beliau tidak berada bersamanya.


Saat kondisi politik tidak menentu Bung Karno dilarang datang ke rumah Heldy di Cibatu karena dianggap tidak layak sebagai tempat peristirahatan presiden, khususnya dari segi keamanan. Sejak itu, Heldy-lah yang harus datang mengunjungi Bung Karno di rumah istri sebelumnya Yurike Sanger.


Pada akhirnya Heldy harus memilih tetap bertahan sebagi istri Bung Karno dan menanti dalam ketidakpastian atau bersama seseorang yang telah lama mendambanya dan memberinya harapan hidup baru yang lebih baik.




Kesimpulan
Buku biografi tentang Heldy sebagai cinta terakhir Bung Karno memang sedikit memberi kejutan, terutama pada bagian akhir kisah.
Dari segi cerita cukup runtut dimulai sejak Heldy kecil hingga tua yang tetap menjadi pengagum Bung Karno.
Sayang terlalu banyak hal-hal diluar Heldy yang ikut disisipkan seperti pada BAB Nawaksara dan Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah yang berisi pidato Bung Karno. Kedua Bab tersebut agak sedikit mengganggu jalannya kisah seorang Heldy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar